Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

Zikiran Selama Hidup tetap Saja Kesulitan Mengucap Syahadat Saat Sakaratul Maut



Assalamu’alaikum..

Pengantar Fiqih, begitu Pentingnya Paham dengan Apa yang dikerjakan, 
dengan Mempelajari Agama, 

Tentu Agama memiliki Aturan yang harus di Patuhi manusia, sehingga
Dimanapun manusia Hidup, PAsti ada Batasan-batasan yang harus di
 patuhinya,Taruhlah Tempat paling bebas didunia adalah 
HUTAN BELANTARA,HUTAN pun kita harus Taat juga dengan 
adab dan istiadat peraturan Hutan.
Contoh kalau bertemu dengan Beruang, Atau dedengkotnya Hutan, 
SINGA atau HARIMAU
Minimal kita ikuti aturan main kalau mau selamat, 
PALING BANTER PURA-PURA MATI. Wkwkwkw

Muqadimmah :

Oke , Tentu bakalan berbeda ketika kita beramal , tanpa menghadirkan "Taste"

Sebut saja , tatkala Zikir Subhanallah, alangkah Nikmatnya sambil berzikir,
tapi hati juga merasakan betapa "Maha Sucinya Allah" yang dia terlepas dari
Kekhilafan sehingga ujung2nya kita akan Ridho dengan aoa yang diberikan
keopada kita,Wajah yang Ganteng, Tubuh yang SUspect, dsb

Tatkala Zikir Alhamdulillah, mulut berzikir tapi hati ikut merenung bahwa kunci
penambah nikmat adalah selalu berSyukur kepadaNya,dst.

bukan seperti cerita di bawah ini, berzikir Tapi Ironisnya Mati dalam keadaan
SU'ul Khotimah,
 Bekicot

Kisah Beo zikiran
 
Terkisahlah Cerita burung Beo ,
Yang diajarkan majikannya, berpancasila
Cek cek..
PANCASILA
Satu,
KETUHANAN YANG MAHA ESA,
Dua, dst..

PROK..Prok..

suatu Hari, 
Entah dapat HIdayah atau apa, atau kurang islami gitu,sang 
majikan punmencoba mengajarkan sedikit lmu agama yang dia punya. 
Karena kemarensempat mendengar ustad Ceramah : Kalau seseorang  
itu menghadapi Kematian  sebagaimana dia hidup, 

"Yah ketimbang nongkrong aja di Sarang, baiknya ini beo sambil 
zikiran aja, pikir sang majikan

akhirnya si Beo
Diajari kalimat Tahlil, rutin dan terlatih dan akhirnya

“laa ilaa ha ilallah,” kata Beo Lancar
merasakan Kehebatan Burung beonya begitu membahana..
Dengan mengajarkan: kalimat Tahlil 

Hingga sang Majikan Pun terpaksa harus bilang “WaW” eh ganti aja
Harus bilang LAM gitu atau MIM gitu? Kan huruf Hijaiyah gak 
Cuma “waw”

Nah, ringkas ceritanya akhirnya
BUrung zikiran ini POpouler dikalangan Juragan Burung dan NIlai 
Transfer Sang Burung meningkat Drastis, karena bisa tahlilan,
Bahkan ada yang menawarkan 5 juta rupiah per bulu nya, wah wah, 
berapa rupiah harga sebenarnya.. ckckckc

Sob..
Suatu hari entah bagaimana Kronologinya, seekor kucing tiba-tiba 
Mencakar dan menerkam sang burung tahlil tadi,
Dan PERIHNYA LAGI,

Kejadian Itu dilihat LIVE oleh sang MAJIKAN
Beberapa hari pun sang Majikan Gak bisa Makan, karena belum lapar
dan gak bisa Tidur, karena belum ngantuk hihihi
Sang Kawan pun menanyakan, Cien  Kok  sedih sih, Belum makan ya?
-_-‘’

Atau Belum Gajian?
Burung Beo ku bro MATI.. HIkz hikz,,
 : Oh Burung yang hebat tahlil kemaren?
Ya, KOk TAHU?
Kan ayah kamu ngutang tuh beli Burung itu.hihihi
Canda Bro,,

Sudahlah Sobat, Kan bisa aja lagi beli burung Beo yang baru, 
dan bisa dilatih lagi, karena didunia ini tak ada yang PIntar tapi 
dia yang “TERLATIH: termasuk Hewan
Hmm.._-_-‘ masalahnya bukan itu

Gue juga bisa beli yang baru, tapi kalau ente mau ngutangin Pastinya.
Tapi aku takut bro..,
TAHUkan ? Orang itu meninggal seperti dia menjalani Hidup.

burung Beo ku saja yang tiap hari baca Tahlil, Laa ilaaha Ilallah saja
dan diakhir Hayatnya
saat MATI DI HADAPAN KU hanya bisa tergeletak sambil teriak

“SKEEEKK..SKEEEKKK..SKEEEK”

Bukan TAHLIL seperti biasa..
(LAA Ila Ha Iallaah..)

TAPI SKEEEK..SKEEEK..SKEEEK
 T_T apalagi gue yang hanya Setahuan sekali baca zikiran itu pun pas 
Idul Fitri..T_T huhuh huhuh

 nah loh?
Sobat, Betapa Pentingnya Pemahaman dalam Agama, Tak sekedar Amal 
membabi buta, tapi tak mau menambah Ilmu dalam Pemahaman, karena 
kunci kekonsistenan dalam melangkahi kebenaran adalah karena 
Kepahaman

surah / surat : An-Nisaa Ayat : 43

 
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk,
sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang
kamu dalam keadaan junub [301], terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.
Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau
kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka
bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. 

Sesungguhnya Allah Maha Pema'af lagi Maha Pengampun.

Mari zikiran Tapi sambil Kita renungkan, Tak hanya dimulut Layaknya "BURUNG BEO"
wallahualam

sumber http://tahukah-anta.blogspot.com

Sabtu, 29 Desember 2012

CINTA YANG MEMBINGUNGKAN



Menikah Karena Cinta atau Cinta karena Menikah

Pertanyaan ini yang dulu sering mengganggu pikiran saya,Tapi itu dulu sebelum saya diberi kesempatan untukbertemu salah satu hamba Allah,,yang menurut saya sangat fantik tapi ternyata darinya saya banyak mengambil hikmah kehidupan,Dia yang akhirnya menikah dengan pujaan hatinya dengan beberapa kali bertemu,

apasih yang membuatnya  ''nekad'' menikah dengan orang yang belum dikenal.Kata teman teman kebanyakan , ''itumah kaya beli kucing dalam karung'' ''kenapa tidak pacaran dulu 2-3 tahun biar kenal luar dan dalam, ( nah lo ,belum belum kok sudah kenal daleman segala ). 

Lalu apakah mereka bisa bertahan dari terpaan badai rumah tangga.padahal' mereka kan menikah tanpa cinta??  Yang katanya cinta setengah mati aja masih bisa goncang rumah tangganya.

suatu waktu seorang teman lama tiba tiba sms menyampaikan kegalauan nha.Dia bercerita tentang pacarnya yang katanya cinta setengah mati,tapi selalu menolak dengan berbagai alasan ketika diajak menikah.Padahal ( masih menurut dia ) atas nama cinta mereka sudah melakukan hal hal yang tidak dibenarkan oleh agama.

Apakah cinta yang seperti ini yang akan menjadi dasar membentuk rumah tangga?? Atau sebaliknya,tidak butuh cinta untuk menikah??

Dari dua kasus diatas,kalau boleh saya simpulkan,sebenarnya yang mendasari mereka menikah/ berkeinginan untuk menikah adalah '' Cinta'' ,,ya mereka melakukannya karena mempunyai cinta tapi dalam konsep pemikiran yang berbeda,Cinta yang kedua adalah cinta yang tidak pada tempatnya,cinta yang dulu sekali membuat iblis menolak bersusjud kepada Adam as( karna cinta pada diri sendiri ),cinta yang membuat Qabil membunuh Habil,cinta yang membuat Romeo mengakhiri hidupnya demi yuliet.

Cinta ini adalah cinta yang memperturutkan hawa nafsu.Perasaan cinta yang ditanamkan oleh Allah dihati mereka ,dipupuk dengan hawa nafsu sehingga tumbuh menjadi cinta cinta yang tidak sehat.kalaupun akhirnya mereka menikah,cinta seperti ini akan mudah sekali goyah,Karna mereka hanya cinta kepada makhluk,sedang sifat makhluj fana.

''Terangkanlah kepadaku tentang orang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihar atasnya?,atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami,mereka itu tidak lain,hanyalah seperti binatang ternak,bahkan mereka lebih sesat jalannya
(dari binatang ternak itu )'' (Qs alfurqan[ 25]:43-44)

lalu bagaiman dengan cinta yang pertama?,bukank ah mereka menikah tanpa cinta?.Sebenarn ya dia juga punya cinta,bahkan jauh lebih kuat dari cinta yang kedua .
karena cintalah dia memutuskan untuk menikah ,Cinta mereka adalah cinta suci kepada Dzt yang Maha Besar,Yup,cinta yang membuat mreka menikah adalah cinta karena Allah .

seperti konsep cinta yang sudah lama kita kenal,Cinta = Patuh.Mereka menikah karena Dzat yang sangat mereka cintai,memerintahkan untuk menikah ( lihat surat Annur;32,Ar rum ;21 dll )

Dzat yang sangat mereka cintai memerintahkan menjaga pergaulan ( An Nur ,3 ),
sehingga dalam proses menuju pernikahan mereka sangat berhati hati .

Menjaga Prosesnya agar tetap dalam koridor yang diperintahkan oleh Allah ,Dzat yang sangat mereka cintai .

Cinta ini akan membuat pernikahan meraka diliputi sakinah ( tentram ) ,mawaddah ( penuh kasih ) dan juga Rahmah ( penuh cinta).

Dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga mereka selalu berpegang pada Allah,seperti niatan awal mereka menikah.


wallahu A'lam

Dari teman untuk Teman

HIKMAH


"Hal terpenting bagi seseorang di dunia ini adalah Menyintai ALLAH dengan sebenar-benarnya..memiliki iman yang benar, akhlak yang terpuji, akal yang lurus, tubuh yang sihat dan rezeki yang berkat. Selain semua itu, adalah beramal dan mengisi waktu dengan kesibukan yang bermanfaat"


Followers

Exit Jangan Lupa Klik Like Ya