Selasa, 08 Mei 2012

Kebutuhan Manusia terhadap Rasul


Kebutuhan Manusia terhadap Rasul

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

          Baiklah sobat semua saya akan menyampaikan sedikit tentang kebutuhan manusia terhadap rosul allah.
Para nabi adalah utusan-utusan Allah kepada hamba-hamba-Nya untuk menyampaikan segala perintah, memberi kabar gembira kepada mereka tentang kenikmatan-kenikmatan yang telah disiapkan apabila mereka menta’ati perintah-perintah-Nya. Para nabi juga memberikan peringatan kepada mereka dari adzab yang kekal apabila mereka melanggar larangan-Nya, juga menceritakan kepada mereka tentang cerita umat-umat terdahulu serta apa yang dari adzab dan siksa yang menimpa mereka di dunia yang disebabkan oleh penyelisihan mereka terhadap perintah Rabb-nya.

          Perintah serta larangan-larangan Allah SWT ini tidak mungkin untuk dapat diketahui oleh akal dengan sendirinya, oleh karena itu Allah menetapkan syari’at dan mewajibkan perintah dan larangan, sebagai bentuk kebaikan bagi umat manusia, pemuliaan terhadap mereka dan penjagaan atas segala maslahatnya, karena manusia terkadang suka menempuh jalan yang mengikuti syahwatnya, sehingga melanggar keharaman dan berbuat dzolim terhadap orang lain dengan merebut hak-hak mereka. Diantara hikmah mulia bahwa Allah mengutus kepada mereka pada setiap masa para rasul yang akan mengingatkan mereka tentang perintah-perintah Allah, memperingati mereka agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan, membacakan mau’idzoh dan mengingatkan mereka tentang kabar kaum-kaum yang terdahulu, karena jika kabar-kabar yang menakjubkan telah mengetuk telinga, pengetahuan-pengetahuan yang baru telah menggugah pikiran, niscaya akan diresap oleh akal sehinga bertambahlah ilmu padanya dan lurus pemahamannya. Orang yang paling banyak mendengar akan menjadi yang paling banyak pemasukannya, yang paling banyak pemasukan akan menjadi yang paling banyak berfikir, yang paling banyak berfikir akan menjadi yang paling banyak ilmu, dan yang paling banyak ilmunya akan menjadi yang paling banyak pengamalannya. Tidak didapat dari pengutusan rasul itu suatu tandingan dan tidak pula ada pengganti mereka dalam merapihkan kebenaran.
         
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: "Risalah (wahyu) merupakan sesuatu yang sangat urgen untuk memperbaiki hamba bagi kehidupanya di dunia dan akhirat. Sebagaimana bahwasanya tidak ada kebaikan baginya untuk akherat kecuali dengan mengikuti rasul, begitu pula tidak ada kebaikan baginya dalam kehidupan dunia kecuali dengan mengikuti rasul. Manusia akan selalu butuh terhadap syari’at, karena dia berada diantara dua gerakan: gerakan yang mendatangkan manfaat baginya, dan gerakan yang dapat menolak bala darinya. Sedangkan syari’at adalah cahaya yang akan menerangkan apa yang bermanfaat dan apa yang menjadikan malapetaka baginya, dialah cahaya Allah di bumi-Nya, keadilan-Nya di antara hamba serta benteng-Nya yang akan menjadikan aman setiap orang yang memasukinya."
         
Syari’at bukan hanya membedakan antara yang bermanfaat dan mendatangkan madharat dengan perasaan saja, karena yang seperti itu bisa didapat oleh binatang, keledai dan onta dapat membedakan antara gandum dan tanah, bahkan juga dapat membedakan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan malapetaka bagi pelakunya, baik itu di dunia maupun akherat. Perbuatan-perbuatan yang bermanfaat dalam kehidupan dan tempat kembalinya seperti iman, tauhid, keadilan, bakti, kebaikan, amanah, penjagaan diri, keberanian, ilmu, sabar, amar ma’ru nahi mungkar, silaturahmi, bakti terhadap kedua orang tua, berbuat baik kepada sesama tetangga, melaksanakan segala yang menjadi hak baginya, ikhlas dalam beramal karena Allah, bertawakal kepada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, ridho terhadap takdir-takdir-Nya, berserah diri terhadap hukum-hukum-Nya, membenarkan-Nya dan membenarkan rasul-rasul-Nya dalam seluruh apa yang mereka kabarkan, dan lain sebagainya termasuk seluruh yang dapat mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi seorang hamba untuk dunia dan akheratnya. Dan menyelisihi itu semua dapat mendatangkan kesusahan dan malapetaka bagi dunia dan akheratnya.
         
Kalau seandainya tidak ada risalah (wahyu) niscaya akal tidak akan mendapat petunjuk kepada rincian dari segala yang bermanfaat dan yang mendatangkan malapetaka bagi kehidupannya. Diantara kenikmatan Allah terbesar bagi hamba-Nya dan karunia-Nya yang paling mulia adalah diutusnya para rasul kepada mereka, menurunkan kitab dan menunjukkan kepada jalan yang lurus, jika seandainya hal tersebut tidak ada, niscaya mereka akan menjadi seperti binatang ternak, bahkan lebih jahat darinya. Barang siapa yang menerima risalah Allah dan beristiqomah padanya, maka dia menjadi makhluk terbaik, dan barang siapa yang menolak dan keluar darinya, maka dia akan menjadi makhluk terburuk, bahkan lebih buruk keadaannya dari anjing, babi dan lebih hina dari segala sesuatu yang hina. Tidak ada kehidupan bagi penghuni bumi kecuali dengan mengikuti risalah yang ada pada mereka. Apabila anda mempelajari tentang jejak para rasul yang ada di muka bumi, niscaya anda akan mendapatkan petunjuk hidayah mereka, nantinya Allah akan menghancurkan alam seluruhnya dan membangkitkan hari kiamat.
         
Kebutuhan penduduk bumi terhadap rasul tidak seperti kebutuhan mereka terhadap matahari, bulan, angin dan hujan, tidak pula seperti kebutuhan manusia terhadap kehidupannya, tidak seperti kebutuhan mata terhadap cahayanya, tubuh terhadap makanan dan minuman, bahkan lebih besar dari semua itu dan lebih butuh dari setiap keinginan dan apa yang terbersit dalam pikiran. Karena para rasul adalah perantara yang menghubungkan antara Allah beserta makhluk-Nya dalam perkara perintah dan larangan, mereka adalah duta Allah kepada hamba-hamba-Nya. Penutup mereka, yang paling mulia diantara mereka adalah Muhammad yang Allah utus sebagai rahmat bagi seluruh alam, sebagai hujjah bagi mereka yang menempuh perjalanan dan juga hujjah bagi seluruh makhluk. Allah mewajibkan bagi seluruh hamba untuk menta’ati, mencintai, merendahkan diri, memuliakan dan melaksanakan segala hak-haknya, mengambil janji dan ikatan untuk mempercayai dan mengikutinya bagi seluruh nabi dan rasul. Dia memerintahkan mereka untuk membawanya kepada mereka yang mengikutinya dari kalangan kaum mukminin. Dia utus Muhammad dekat dengan hari kiamat sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, sebagai penyeru kepada Allah dan penerang yang bercahaya, dengannya risalah ditutup, dengannya ditunjukan jalan kesesatan, mengajarkan dari kebodohan, dan dengan risalahnya dibukakanlah mata-mata yang buta, telinga-telinga yang tuli dan hati-hati yang kaku. Sehingga dengan risalahnya bercahayalah bumi ini setelah kegelapan, bersatu hati manusia setelah bercerai-berai, juga diluruskanlah keyakinan yang menyimpang dijelaskanlah hujjah yang terang, dilapangkan dada dan dihilangkan darinya kesesakan, lalu diangkat namanya dan menjadikan rendah serta kecil dia yang menyelisihinya. Beliau diutus setelah sekian lama terputusnya para rasul, terputusnya pelajaran dari kitab-kitab, diutus tatkala firman telah dilencengkan, syari’at telah dirubah-rubah, setiap kaum telah bersandar kepada kedzoliman pendapatnya masing-masing, dan menghukumi atas nama Allah diantara hamba-hamba-Nya dengan makalah-makalah yang rusak dan menurut hawa nafsu. Sehingga Allah curahkan dengannya hidayah diantara para makhluk, menunjuki jalan-jalannya, mengeluarkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya, dengannya bisa dibedakan antara orang yang beruntung dan dia yang merugi. Barang siapa yang mengambil petunjuknya niscaya dia akan mendapatkan hidayah, dan barang siapa yang berpaling dari jalannya maka dia akan sesat dan merugi. Salawat serta salam semoga tercurahkan kepadanya dan juga kepada seluruh nabi dan rasul.
         
Kita bisa meringkas tentang kebutuhan manusia terhadap risalah (rasul) sebagaimana berikut ini:

1        Bahwasanya dia adalah seorang manusia, diciptakan dan butuh kepada Rabb, dia haruslah seorang yang mengenal penciptanya, mengetahui apa yang di inginkan-Nya, kenapa dia diciptakan, yang mana hal seperti ini tidak mungkin untuk dapat diketahui oleh manusia biasa, dan tidak ada jalan kepadanya kecuali dari sela-sela pengetahuan para nabi dan rasul serta pengetahuan apa yang mereka datangkan dengannya berupa petunjuk dan cahaya.

2        Bahwasanya manusia terdiri dari jasad dan ruh, gizi untuk jasad adalah apa yang mudah baginya berupa makanan dan minuman, sedangkan gizi bagi ruh adalah apa yang telah ditentukan oleh penciptanya, yaitu agama yang benar dan amal shaleh. Para nabi dan rasul datang dengan membawa agama yang benar dan menunjuki kepada amal shaleh.

3        Bahwasanya secara fitrah manusia akan condong kepada agama, dia memerlukan suatu agama yang harus dipeganginya, dan agama tersebut haruslah agama yang benar. Tidak ada jalan untuk sampai kepada agama yang benar kecuali dari sela-sela keimanan terhadap para nabi dan rasul serta mengimani apa yang mereka bawa.

4        Bahwasanya manusia membutuhkan sesuatu yang dapat menunjukannya kepada jalan yang dapat menyampaikan kepada keridhoan Allah di dunia, dan kepada surga serta kenikmatan-Nya di akherat, sedangkan jalan ini tidak ada yang dapat menunjukinya dan mengarahkan kepadanya kecuali hanyalah para nabi dan rasul.

5        Bahwa manusia pada dasarnya adalah lemah, dikelilingi oleh musuh yang banyak, dari kalangan syetan yang ingin menyesatkannya, dari pendamping jelek yang memperindah kejelekan padanya dan dari jiwa yang condong kepada kejelekan, oleh karena itu ia butuh terhadap apa yang bisa dijadikan sebagai penjaga bagi dirinya dari tipu daya musuhnya, para nabi dan rasul akan memberi petunjuk kepada hal tersebut dan menerangkan dengan sejelas-jelasnya.

6        Secara tabi’at, manusia memiliki sifat kemasyarakatan, perkumpulan dengan sesama makhluk dan mempergauli mereka membutuhkan suatu syari’at agar manusia bisa menengahi dan bersifat adil –karena kalau tidak, kehidupannya akan sama dengan kehidupan di hutan- syari’at ini menjaga hak setiap individu yang berhak, tanpa melebihkan atau mengurangi. Dan tidak ada yang bisa datang membawa syari’at yang sempurna kecuali para nabi dan rasul.

7        Bahwasanya butuh kepada pengetahuan tentang segala yang dapat mewujudkan ketenangan dan ketentraman jiwa, menunjukinya kepada penyebab-penyebab kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan inilah yang ditunjuki oleh para nabi dan rasul.

Inilah sedikit penjelasan tentang kebutuhan manusia terhadap rasulnya,semoga bermanfa’at.

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh..

HIKMAH


"Hal terpenting bagi seseorang di dunia ini adalah Menyintai ALLAH dengan sebenar-benarnya..memiliki iman yang benar, akhlak yang terpuji, akal yang lurus, tubuh yang sihat dan rezeki yang berkat. Selain semua itu, adalah beramal dan mengisi waktu dengan kesibukan yang bermanfaat"

Followers

Exit Jangan Lupa Klik Like Ya