Selasa, 01 Mei 2012

Penciptaan Alam



Jalan yang Mana?

          Ketika seorang manusia menjadi dewasa dan berakal, maka akan bermunculanlah ke dalam akal fikirannya banyak pertanyaan seperti: Dari mana aku datang? Untuk apa aku datang? Ke mana aku akan kembali? Siapa yang menciptakanku dan menciptakan segala sesuatu yang berada di sekelilingku? Siapa yang memiliki alam semesta dan siapa yang mengaturnya? Dan lain sebagainya dari pertanyaan yang seperti itu.

          Seorang manusia tidak mungkin dapat mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti ini, ilmu pengetahuan terkinipun tidak mungkin untuk dapat sampai kepadanya, karena urusan yang seperti ini termasuk hal yang berada dalam lingkup agama, oleh karena itu muncullah banyak riwayat, khurafat, serta cerita yang bermacam-macam sekitar permasalahan ini, yang keseluruhannya menambah keraguan serta kebingungan bagi umat manusia. Tidak mungkin ada seseorang yang mendapatkan jawaban cukup dan mencakup atas permasalahan seperti ini kecuali apabila ia diberi hidayah oleh Allah kepada agama shahih yang datang dengan pembahasan terinci atas permasalahan ini. Karena permasalahan ini termasuk dari perkara gaib, dan hanya agama yang haqlah yang akan menunjukkan kebenaran dan mengatakan kejujuran, karena hanya ialah satu-satunya dari Allah dan diwahyukan kepada para nabi dan rasul-Nya, oleh karena itulah, merupakan suatu kewajiban bagi umat manusia untuk menuju agama yang hak, mempelajari serta beriman kepadanya, agar kebingunganan menjadi sirna darinya, keraguan terhapus dan dia mendapat petunjuk kepada jalan yang lurus.
         
Pada lembaran-lembaran berikutnya saya akan mengajak Anda untuk mengikuti jalan Allah yang lurus, dan akan saya hadirkan di hadapan Anda sebagian dari dalil, petunjuk serta hujjahnya, agar Anda bisa melihatnya secara langsung, dengan seksama dan penuh ketenangan.


Penciptaan Alam

          Alam ini dengan seluruh isinya berupa langit, bumi, bintang, tempat orbit, lautan, pohon serta seluruh binatangnya diciptakan oleh Allah SWT dari ketidakadaan.

Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”

dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar-kadar makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya

kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “kami datang dengan suka hati”

maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.
         
Berfirman yang Maha Mulia Pujian atas-Nya:

“...dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk

dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya”.
         
Allah SWT menciptakan alam ini dengan hikmah yang sangat banyak dan tidak terbatas, pada setiap bagian darinya terdapat banyak hikmah dan tanda-tanda yang nyata, jika Anda memperhatikan satu tanda saja, niscaya Anda akan mendapatkan hal yang menakjubkan. Lihatlah keajaiban ciptaan Allah terhadap tanam-tanaman, dimana setiap daun, akar dan buah-buahanya tidak ada yang kosong dari manfaat, ditambah lagi sebagian perincianya yang mungkin tidak dapat diketahui dan dikenali oleh akal manusia. Lihat pula jaringan aliran air yang ada dalam akar kecil yang tipis nan lembut yang hampir tidak terdeteksi kecuali setelah melakukan penelitian padanya, bagaimana ia mampu untuk mengalirkan air dari bawah menuju ke atas, kemudian tersebar pada jalur-jalur tersebut sesuai dengan kebutuhan dan besarnya, kemudian terbagi, bercabang dan semakin halus sampai kepada suatu tujuan yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Kemudian lihatlah  kandungan sebuah pohon serta siklus perkembanganya dari satu keadaan ke keadaan yang lain, seperti perkembangan kondisi janin yang tidak terlihat oleh mata. Tatkala Anda melihat pada mulanya sebagai sepotong kayu yang telanjang tanpa pakaian, lalu dikaruniai pakaian oleh Rabbnya dengan dedaunan yang Ia ciptakan dengan sebaik-baik penciptaan, kemudian muncul padanya kehamilan yang lemah setelah ia mengeluarkan daun yang berfungsi untuk menjaganya dan sekaligus sebagai pakaian bagi buah lemah tersebut, agar ia bisa terlindungi dari panas, dingin dan kerusakan, kemudian dialirkan kepadanya rizki dan gizi melalui akar dan saluran sebagai makanan baginya, sebagaimana seorang bayi mendapatkan gizi dari susu ibunya, kemudian ia menjaga dan menumbuhkannya hingga menjadi matang dan sempurna, sehingga keluarlah buah yang siap dipanen, lezat dan ranum dari sebatang kayu yang sangat keras itu.
         
Begitu pula jika Anda perhatikan bumi dan penciptaanya, niscaya anda akan melihatnya sebagai tanda terbesar dari keagungan penciptaanya, ia diciptakan oleh Allah sebagai hamparan, tempat tinggal dan ditundukkan bagi hamba-hamba-Nya, Disediakan padanya rezeki, penghasilan serta penghidupan bagi mereka, Dijadikan padanya jalan-jalan agar mereka bisa berpindah tempat demi memenuhi kebutuhan serta menjalankan kegiatan masing-masing. Dia letakkan gunung-gunung dan menjadikannya sebagai paku yang menjaganya agar tidak memanjang, Dia luaskan tepiannya, dengan membentangkan, memanjangkan serta menghamparkannya, Dia jadikan sebagai tempat bagi makhluk hidup yang tinggal di atas punggungnya dan bagi benda mati yang diisikan dalam perutnya. Kemudian perhatikanlah falak yang berotasi dengan matahari, bulan, bintang serta gugusannya, bagaimana ia bisa berputar dalam alam ini dengan rotasi yang tetap,tertib dan teratur hingga akhir masa yang ditentukan, ditambah lagi dengan adanya  pergantian siang dan malam, pergantian musim, panas dan dingin. begitu pula binatang dan tumbuh-tumbuhan di  atas permukaan bumi yang dapat memberi banyak manfaat bagi  kehidupan.
         
Kemudian perhatikan penciptaan langit, palingkan pandangan padanya sesaat demi sesaat, anda akan mendapatkan tanda-tanda terbesar dalam ketinggian, keluasan serta kekokohanya, tidak terdapat tiang dibawahnya dan tidak pula gantungan diatasnya, tetapi ia tertahan oleh kekuasaan Allah Yang dapat menahan langit dan bumi agar tidak sirna.
         
Jika anda memperhatikan alam ini dan mengamatai penggabungan bagian-bagiannya serta keteraturanya yang sangat indah yang menunjukkan akan kesempurnaan kemampuan penciptanya, kesempurnaan ilmu-Nya, kesempurnaan hikmah-Nya dan kesempurnaan kelembutan-Nya, niscaya anda akan mendapatinya seperti sebuah rumah yang dibangun dan disiapkan padanya seluruh alat dan kebaikannya, dan juga seluruh apa yang dibutuhkannya, langit sebagai atap diatasnya, bumi sebagai hamparan, lantai dan tempat tidur yang kokoh bagi para penghuni, matahari dan bulan sebagai penerang yang meneranginya, bintang-bintang sebagai lampu dan penghiasnya, sekaligus sebagai petunjuk bagi penghuninya untuk berpindah-pindah di lorong-lorong dalam rumah, perhiasan dan barang tambang yang terpendam didalamnya bagaikan simpanan yang telah disiapkan, semua itu untuk keperluan yang pantas baginya, berbagai jenis tumbuhan tersedia bagi penghuninya, berbagai jenis hewan diperuntukkan bagi kemaslahatannya, ada yang bisa ditunggangi, ada yang bisa diperah susunya, ada yang bisa dijadikan makanan, ada juga yang kulitnya bisa dijadikan bahan pakaian serta ada yang bisa menjadi penjaga. Manusia dijadikan seperti raja yang mengatur segalanya dengan perbuatan dan perintahnya.
         
Apabila anda perhatikan alam ini seluruhnya atau salah satu bagiannya, niscaya akan mendapatkan keajaiban padanya, dan jika anda amati dengan sebenar-benarnya, penuh obyektifitas, jauh dari hawa nafsu serta tidak taklid, niscaya anda akan merasa yakin dengan sesungguhnya bahwa alam ini ada yang menciptakan, diciptakan oleh Dia Yang Maha Bijaksana, Berkuasa dan Maha Mengetahui, diatur dengan pengaturan terbaik dan dirapihkan dengan susunan yang terbaik, dan bahwasanya pencipta alam ini mustahil ada dua, tetapi hanya Tuhan satu yang tidak ada tuhan selain-Nya, dan kalau seandainya di langit dan bumi ini ada tuhan selain Allah niscaya akan rusak susunanya, buruk pengaturannya dan hilang manfaatnya.
         
Apabila Anda tetap tidak mau mengakui adanya pencipta bagi semua ciptaan ini, maka apa yang akan anda katakan tentang roda(baling-baling) yang berputar di sungai dalam keadaan sempurna peralatannya, rapih susunanya, alat-alatnya berkwalitas dengan mutu terbaik, sehingga menjadikan orang yang melihatnya tidak mendapatkan cela pada komponenya dan tidak pula pada bentuknya, yang mana roda itu digunakan untuk menyuplay kebutuhan air pada kebun yang luas yang didalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan. Di dalam kebun itu ada orang yang merapihkan tanaman-tanaman yang berserakan, merawat, mengatur dan melakukan seluruh kebutuhanya, tidak ada yang kurang sedikitpun dan tidak pula ada buah yang rusak, kemudian ia membagikan harganya(uang hasil penjualan buah-buahan) setelah memetik(panen) untuk seluruh pengeluaran sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya, masing-masing mempunyai  pengeluaran yang sesuai denganya, dan begitulah ia membaginya secara terus menerus.
         
Apakah Anda berpendapat bahwa kejadian tersebut terjadi begitu saja tanpa ada yang melakukan, atau yang berkehendak dan yang mengatur?? Bahkan keberadaan roda dan kebun seperti diatas terjadi secara kebetulan tanpa ada pelaku dan pengaturnya, apakah yang akan dikatakan oleh akal anda jika hal tersebut terjadi?? Apa yang akan difatwakan tentangnya? Dan apa yang ditunjukan kepada anda??.



HIKMAH


"Hal terpenting bagi seseorang di dunia ini adalah Menyintai ALLAH dengan sebenar-benarnya..memiliki iman yang benar, akhlak yang terpuji, akal yang lurus, tubuh yang sihat dan rezeki yang berkat. Selain semua itu, adalah beramal dan mengisi waktu dengan kesibukan yang bermanfaat"

Followers

Exit Jangan Lupa Klik Like Ya